Rabu, 16 November 2011

Selasa, 15 November 2011

Mengenal Susu dan Manfaatnya

Manfaat Susu

Karena memiliki kandungan nutrisi tersebut, maka susu memiliki manfaat yang tidak sedikit, diantaranya:
  • Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi berlubang.
  • Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan.
  • Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.
  • Mencegah diabetes tipe 2.
  • Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.
  • Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan merangsang hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.

Jenis Susu

Jenis-jenis susu yang tersedia di pasaran juga bermacam-macam. Ada istilah-istilah yang dikatakan sebagai zat yang terkandung dalam susu yang mungkin belum Anda ketahui. Beberapa istilah tersebut yaitu:
  • Full cream

    Mengandung 4% lemak dan umumnya banyak mengandung vitamin A dan vitamin D.
  • Low fat

    Susu rendah lemak, karena kandungan lemaknya hanya setengah dari susu full cream.
  • Skim

    Susu yang kandungan lemaknya lebih sedikit lagi, kurang dari 1%.
  • Susu evaporasi

    Yaitu susu yang telah diupkan sebagian airnya sehingga menjadi kental. Mirip dengan susu kental manis, tetepi susu jenis ini rasanya tawar.
  • Susu pasteur

    Susu yang melalui proses pasteurisais (dipanaskan) 65° sampai 80° C selama 15 detik untuk membunuh bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit.
  • Flavoured

    Sebenarnya susu full cream atau low fat yang ditambahkan rasa tertentu untuk variasi. Misalnya susu coklat, strawberry, pisang, dan rasa lainnya. Umumnya memiliki kandungan gula yang lebih banyak karena penambahan rasa ini.
  • Calcium enriched

    Susu yang ditambah dengan kandungan kalsium dan kandungan lemaknya telah dikurangi.
  • UHT

    Merupakan singkatan dari Ultra-High Temperature-Treated. Susu jenis ini adalah susu yang dipanaskan dalam suhu tinggi (140° C) selama 2 detik yang kemudian langsung dimasukkan dalam karton kedap udara. Susu ini dapat disimpan untuk waktu yang lama.
  • CLA

    Susu ini bermanfaat bagi orang yang ingin merampingkan tubuh. Kepanjangan dari CLA adalah Conjugated Linoleic Acid yang akan membantu dalam pembentukan otot dan mempercepat pembakaran lemak.

Mengapa Minum Susu?

Walaupun memiliki banyak manfaat, tetapi banyak orang yang enggan minum susu. Ini terlihat dari minimnya konsumsi susu masyarakat Indonesia per tahunnya. Salah satu alasan yang sering dikemukan adalah mahalnya harga susu. Untuk harga susu, sebenarnya ada banyak susu yang harganya telah disesuaikan. Dan mengingat banyak nutrisi yang dikandungnya, maka yang diperlukan adalah menanamkan kesadaran akan manfaat susu agar masyarakat dapat mengkonsumsi dan tidak menganggapnya sebagai barang mahal.
Alasan lainnya adalah tidak suka minum susu karena membuat mual atau sakit perut sehabis minum susu. Bila Anda merasa sakit perut setelah minum susu, berarti Anda menderita intoleransi laktosa. Penyebabnya karena kurangnya produksi laktase dalam tubuh. Laktase adalah enzim yang dihasilkan usus kecil yang berfungsi memecah laktosa yang terkandung dalam susu agar dapat diserap oleh tubuh. Tetapi bagi penderita intoleransi laktosa, proses pemecahan laktosa tidak berlangsung sempurna sehingga laktosa yang tidak tercena akan masuk dalam usus besar dan dicerna oleh bakteri yang ada di dalamnya sehingga menyebabkan perut kembung, berisi banyak gas, dan diare.
Sebagai solusi dari perasaan mual atau sakit perut, Anda dapat mengganti susu dengan produk olahan susu seperti keju, yoghurt, es krim, susu evaporasi atau susu kedelai yang tidak mengandung laktosa. Beberapa produsen susu juga telah membuat susu tanpa laktosa yang dapat dikonsumsi oleh pendeita "intoleransi laktosa".
Bila Anda hendak mengkonsumsi susu, sebaiknya Anda tidak menggunakan susu kental manis karena susu jenis ini kandungan nutrisinya lebih rendah akibat proses pembuatannya juga banyak mengandung lemak dan gula yang kurang baik untuk tubuh. Konsumsi susu yang dianjurkan adalah 3 porsi setiap hari. Satu porsi yang dimaksud adalah 250 ml susu yang setara dengan 35 gram keju atau 200 gram yoghurt atau 200 gram es krim. Jadi, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak minum susu bukan?
sumber : 

Susu Bubuk atau Susu Cair?

Hal lain yang juga sering menjadi bahan diskusi orangtua adalah susu apa sih yang paling baik untuk anak-anak? Atau mana yang lebih baik, susu cair atau susu bubuk?. Jawabannya tergantung dari kesukaan anak dan nilai tambah apa yang ingin orangtua peroleh.

Susu bubuk memiliki daya simpan yang jauh lebih lama dari susu cair, bahkan bisa mencapai 1 tahun, dan tidak perlu disimpan dalam lemari es.

Karena sudah melalui tahapan proses yang cukup panjang, antara lain evaporasi, homogenisasi dan pengeringan (spray drying atau freeze drying), kandungan nilai gizi yang terdapat dalam susu bubuk lebih rendah dari susu cair segar. Sebagai usaha untuk ‘mengembalikan’ kadar nilai gizinya agar menyamai gizi susu cair segar, seringkali susu bubuk ditambahi dengan bahan-bahan lain, misalnya vitamin.
Susu cair yang banyak dijumpai di pasaran, umumnya adalah susu pasteurisasi dan susu UHT. Kedua jenis susu cair ini telah melalui proses pengawetan untuk memperpanjang umur simpannya. Tapi perlakuan untuk pengawetan tersebut hanya melibatkan panas dan tidak ada zat pengawet, sehingga susu yang telah melalui proses tersebut masih tergolong ‘fresh’. Artinya, nilai gizi susu pasteurisasi maupun susu UHT relatif masih asli. Kalaupun ada penurunan, perbedaannya dengan nilai gizi dari susu cair mentah tidak signifikan.

Yang harus diingat, susu cair tidak untuk konsumsi anak atau bayi berusia di bawah 1 tahun. Alasannya menurut Nunung, karena kasein yang merupakan protein utama pada susu sapi masih sulit dicerna oleh system pencernaan bayi atau anak dibawah 1 tahun. Selain itu, tambah Nunung, kasein membuat pencernaan anak bekerja ekstra keras dan kemudian mempengaruhi kerja ginjal pula. Setelah berusia 1 tahun, baru lah anak dapat mengkonsumsi susu cair. Pada usia tersebut anak juga sudah dapat makan makanan keluarga (table food), sehingga sumber asupan gizinya lebih bervariasi.

Sediaan susu cair di pasaran yang beragam rasa, mungkin membuat beberapa orangtua juga sedikit bingung dalam menentukan pilihan. Pilihan rasa yang paling aman adalah yang plain alias yang rasa asli susu tanpa ditambahi gula atau perasa lainnya. Susu cair yang berjenis rendah lemak (skim milk) juga tidak dianjurkan untuk konsumsi harian anak-anak berusia 1-2 tahun. Alasannya, susu rendah lemak cenderung mengandung protein, potassium dan sodium yang lebih tinggi, sementara kalorinya kurang mencukupi bagi pertumbuhan anak diusia itu. Bagaimanapun juga, mereka masih membutuhkan lemak bagi perkembangan otak dan pertumbuhan fisik. Setelah usia anak mencapai 2 tahun, jika berat badannya cenderung berlebih, orangtua dapat mulai memberikan skim milk kepada anak.

sumber : 
http://www.susu-kambing.com

Satu Genus Mamalia Akan Sirna


Untuk pertama kalinya dalam 75 tahun, satu genus mamalia mungkin akan sirna dari muka Bumi. Genus diketahui merupakan tingkatan taksonomi di atas spesies, memuat beberapa spesies yang memiliki beberapa kesamaan.
Diketahui, kejadian kepunahan genus terakhir menimpa genus Thylacinus, terjadi tahun 1936. Saat itu,  ditandai dengan punahnya harimau Tasmania.
Ancaman kepunahan genus kini menimpa genus Beatragus. Hirola, antelop Afrika dengan mata besar yang merupakan spesies terakhir genus Beatragus, kini populasinya terus menurun.
Dikategorikan "terancam" oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), populasi hirola turun hingga 80 persen sejak tahun 1980. Survei terakhir Februari kemarin, ditemukan 245 hewat terfragmentasi di timur laut Kenya dan barat daya Somalia.  
Secara keseluruhan, ahli konservasi memperkirakan bahwa hanya ada kurang dari 400 hirola di sepanjang Afrika Timur.
Beberapa faktor, seperti kekeringan akibat perubahan iklim, perburuan, perusakan habitat maupun pemangsaan oleh spesies lain menjadi faktor pemicu terancamnya hirola.
Sejumlah langkah konservasi dilakukan sejak tahun 1960, meliputi pembiakan di penangkaran maupun relokasi. Tahun 1963 misalnya, Kenya Wildlife Service menangkap 10-20 hirola dari timur laut Kenya dan melepaskannya di Tsavo east National Park. Meski demikian, belum banyak langkah yang bisa dikatakan berhasil.
Kini, harapan muncul dengan adanya Ishaqbini Hirola Community Conservancy yang digerakkan mayoritas oleh klan Somalia dan didukung oleh The Nature Conservancy (TNC). Komunitas tersebut menjadi wujud keterlibatan masyarakat lokal dalam mendukung konservasi suatu spesies.
Masyarakat yang mendukung juga mendapatkan benefit atas hasil kerjasama dengan TNC. Ketika ada lahan yang dipakai untuk konservasi spesies lain, ada pula wilayah untuk turisme eksklusif. Sebanyak 40 persen dari keuntungan dipakai untuk konservasi hirola, misalnya membayar petugas patroli pengawas pemburu.
Komunitas Ishaqbini beberapa tahun lalu telah melakukan langkah konservasi dengan membuat area khusus seluas 3.200 hektar untuk melindungi hirola dari perburuan dan menjaga stok makanan. Langkah itu berhasil dan stok makanan di padang rumput pun bertambah.
Sayangnya, dengan semakin baiknya habitat, predator pun bertambah. Predasi oleh singa Afrika dan anjing liar Afrika menurunkan hingga 15 persen populasi antelop beberapa tahun terakhir. Untuk mengatasinya, di area konservasi yang sudah dibuat, komunitas Ishaqbini menciptakan area anti-predator seluas 2.400 hektar. Area itu memberi kemungkinan agi antelop untuk berkembang biak.
Yakub Dahiye dari National Museum Kenya di nairobi mengatakan bahwa langkah komunitas Ishaqbini sangat mulia dan patut dipuji. Namun, ia menilai, konservasi saja tidak cukup menyelamatkan hirola. "Seperti halnya penggembala nomaden, hirola memiliki kebiasaan yang sangat mobile. Mengingat ukuran lahan yang kecil dan padang rumput yang terbatas, hirola tidak mungkin ada di wilayah pemeliharaan itu," kata Dahiye seperti dikutip National geographic News, Selasa (8/11/2011).
Hirola juga menghadapi beragam tantangan. Antara lain harus bersaing dengan domba untuk mendapat makanan dan air, termasuk juga dengan penggembala ternak. Belum lagi perubahan gaya hidup dan modernisasi.
Pelestarian hirola kini bergantung pada lebih banyak pihak. Jika tidak, satu genus mamalia mungkin benar-benar akan sirna.

Kamuflase Unik Gurita dan Cumi-cumi


Gurita spesies Japetella heathi dan cumi-cumi spesiesOnychoteuthis banksii memiliki kemampuan kamuflase unik. Keduanya bisa berubah warna dari transparan menjadi merah buram dan sebaliknya untuk menghindari diri dari mangsa.
Sarah Zylinski, peneliti post doktoral di Duke University, Amerika Serikat adalah ilmuwan yang menemukan kemampuan unik 2 spesies itu. Ia melakukan eksperimen sejak tahun 2010 lalu dengan bantuan lampu LED untuk menguji kemampuan kamuflase gurita dan cumi tersebut.
Menurut Zylinski, dua spesies tersebut hidup di perairan laut pada kedalaman 600-920 meter. Di sana, penetrasi cahaya Matahari hampir tidak ada dan para predator berburu dengan melihat siluet dari organisme yang akan dimangsa.
Dalam kondisi gelap, J. heathi dan O. banskii tampil dalam wujud transparan. Dalam kondisi tersebut, hanya predator yang matanya tajam yang bisa melihat keduanya karena mata dan perutnya tidak bisa menjadi transparan.
Meski demikian, dua spesies hewan itu tetap berusaha tak terlihat sedikit pun. Mata dan perut berevolusi sehingga bersifat reflektif tidak menghasilkan siluet. Cara ini melindungi keduanya dari predator-predator bermata tajam.
Nah, satu-satunya musuh utama dan keadaan gelap adalah angler fish yang punya kemampuan bioluminescence. Mereka bisa mengeluarkan cahaya dan melihat keberadaan mangsa. Kalau J. heathidan O. banskii terlihat, maka tak pelak lagi akan dimakan.
Tapi, untuk mengatasinya, J. heathi dan O. banskii masih punya pertahanan terakhir. Keduanya bisa berubah warna menjadi merah buram sehingga tidak terdeteksi. Diketahui bahwa perubahan menjadi warna merah dimungkinkan karena memiliki pigmen bernama kromatofor.
Dikutip Daily Mail, Jumat (11/11/2011), Zylinski mengatakan, "Hewan yang lebih muda ditemukan di kolom air yang lebih tinggi dan punya lebih sedikit kromatofor sehingga lebih cenderung berwarna transparan."
Sementara itu, hewan yang dewasa berada di lingkungan lebih dalam sehingga lebih cenderung berwarna merah buram. Kecenderungan tersebut menurut Zylinski masuk akal sebab di lingkungan dalam, bioluminescence adalah sumber cahaya utama.
Hasil penelitian Zylinski menunjukkan hewan laut memiliki beragam cara pintar untuk mempertahankan diri dari predator. Kamuflase spesies gurita dan cumi ini menunjukkan bahwa kebanyakan organisme laut cenderung memilih tidak terlihat di mata predator daripada memiliki warna mencolok untuk menakuti.

sumber : Daily Mail

Tiga Nama Baru di Tabel Periodik Unsur


Pelajaran kimia unsur mungkin akan bertambah rumit. Tiga elemen baru kini telah ditambahkan di Table Periodik Unsur. Majelis Umum International Union of Pure and Applied Physics (IUPAP) telah menyetujui nama-nama untuk ketiga unsur itu.
Ketiga unsur memiliki nomor 110, 111 dan 112, masing-masing bernama Darmstadtium (Ds), Roentgenium (Rg) dan Copernicium (Cn). Majelis umum yang beranggotakan 60 orang menyetujui penamaan dalam rapat di Institute of Physics (IOP), London, Sabtu (5/11/2011) lalu.
Dr Robert Kirby-Harris, kepala IOP dan Sekretaris Jenderal IUPAP, seperti dikutip Daily Mail Sabtu lalu mengatakan, penamaan unsur ini telah mendapat persetujuan dalam konsultasi dengan fisikawan dari seluruh dunia dan kami senang melihat mereka diperkenalkan di table Periodik unsur.
Livescience dalam publikasinya Sabtu lalu menyatakan bahwa ketiga unsur baru itu disebut elemen "superberat" atau transuranium. Mereka hanya ada di laboratorium, tak ada di alam, cepat sekali luruh menjadi elemen lain dan sulit dipelajari. Tak banyak yang diketahui tentang elemen itu.
Meski baru ditambahkan ke Tabel Periodik Unsur, ketiga unsur itu sebenarnya telah lama ditemukan. Hanya saja, penamaan tak langsung dilakukan sebab harus sesuai persetujuan organisasi ilmuwan.
Secara umum, unsur dinamai sesuai penemunya, tempat ditemukan atau nama kehormatan. Copernicium misalnya, diciptakan 9 Februari 1996 dengan nama ununbium. Nama tidak berubah sampai tahun 2009 saat eksistensi unsur itu berhasil dibuktikan. Nama Copernicus lalu diambil untuk menghormati Copernicus, ilmuwan pertama yang menyatakan bahwa Bumi mengelilingi Matahari.
Sementara Roentgenium ditemukan 8 Desember 1994 dengan nama asli unununium. Nama Roentgenium lalu dipakai sebagai penghormatan atas jasa Wilhelm Conrad Roentgen, ilmuwan yang mendeteksi sinar X dan memenangkan nobel fisika tahun 1901.
Darmstadtium dibuat oleh Peter Armbruster and Gottfried Munzenberg dengan nama awal ununnilium. Nama Darmstadtium diambil sebab pembuatan dilakukan di fasilitas GSI Helmholtz Centre for Heavy Ion Research di Jerman yang terletak di dekat kota Darmstadt.
Setelah penamaan Darmstadtium, Roentgenium dan Copernicium, ilmuwan kini tengah bekerja untuk menamai unsur 114 dan 116 yang telah ditambahkan di Table Periodik unsur Juli lalu. Nama resminya akan muncul dalam waktu tak jauh dari sekarang.

Mengapa Auman Singa Sangat Keras?


Pernahkah Anda mendengar seekor singa mengaum? Di alam liar, auman singa begitu keras dan mampu terdengar hingga lebih dari 5 kilometer! Makhluk apa pun yang mendengarnya seolah diberi peringatan, "Jika kau dengar suaraku, maka pergilah segera."
Penelitian yang dilakukan baru-baru ini mengungkap bahwa auman singa yang begitu keras tidak berkaitan dengan kapasitas paru-paru. Singa, dan juga harimau, memiliki pita suara tak biasa sehingga memungkinkan keduanya memproduksi suara keras dan berat tanpa kerja keras sistem respirasi.
Diketahui, pita suara memiliki dua membran yang bisa memproduksi suara saat otot pada kotak suara mendekatkannya. Pada banyak spesies, kecuali burung yang tak punya pita suara, dua membran tersebut melengkung. Tetapi, pada singa dan harimau, lapisan lemak membuat pita suara mendatar dan bergetar lebih mudah.
"Ini adalah instrumen yang sangat efisien. Anda tak harus membunuh diri Anda sendiri untuk membuat suara itu," kata Ingo R Titze, pakar biofisika dan kepala National Center for Voice and Speech di University of Iowa.
Untuk menguraikan fisika auman, Titze membuat model komputer pita suara berdasarkan jaringan yang diambil dari singa dan harimau yang telah di-euthanasia karena berusia tua di sebuah kebun binatang. Model memungkinkan ilmuwan melihat pengaruh embusan napas keluar dengan getaran pita suara. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLoS ONE bulan ini.
Titze menemukan bahwa lapisan lemak sangat membantu singa dan harimau memproduksi suara berat dan menggetarkan. Menurut Titze, bayi juga memiliki pita suara dengan lapisan lemak lebih tebal sehingga bersuara sangat keras ketika menangis.

sumber : KOMPAS.com

Satu Planet Terlempar dari Tata Surya?


TEXAS, KOMPAS.com — Selama ini, astronom memercayai bahwa Tata Surya memiliki 4 planet raksasa, yakni Jupiter, Saturnus, Neptunus, dan Uranus. Namun, analisis terbaru menunjukkan bahwa Tata Surya dengan 4 planet raksasa adalah janggal. Kemungkinan, Tata Surya memiliki 5 planet raksasa.
David Nesvorny dari Southwest Research Institute di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, adalah ilmuwan yang mengungkapkan pendapat baru itu. Untuk sampai pada kesimpulannya, Nesvorny membuat 6.000 simulasi komputer yang menganalisis obyek di sekitar Neptunus dan kawah Bulan.
Berdasarkan analisis Nesvorny, Tata Surya hanya memiliki 2,5 persen kemungkinan menjadi seperti sekarang jika sejak awal hanya memiliki 4 planet raksasa. Sementara ada 10 kali lebih besar kemungkinan bagi Tata Surya menjadi seperti saat ini jika awalnya memiliki 5 planet raksasa.
Planet raksasa kelima itu dipercaya terlempar dari Tata Surya. Saat Tata Surya berusia 600 tahun, ada periode ketidakstabilan orbit planet. Ada planet yang berpindah ke Sabuk Kuiper, wilayah dekat Neptunus, dan ada yang berpindah ke dalam.
Jupiter yang memiliki pengaruh gravitasi kuat diketahui adalah salah satu biang keladinya. Orbit Jupiter bisa berubah tiba-tiba dan satu planet raksasa terlempar dari Tata Surya karenanya. Sementara planet-planet lain tetap bertahan.
Nesvorny mengatakan, "Kemungkinan Tata Surya memiliki lebih dari 4 planet raksasa dan melemparkan beberapa di antaranya, terkesan cocok dengan penemuan banyaknya planet yang ada di wilayah antarbintang, yang menunjukkan bahwa terlemparnya planet adalah hal yang umum."
Pada Space.com, Jumat (11/11/2011) lalu, Nesvorny mengatakan bahwa temuan ini memunculkan pertanyaan. Salah satunya tentang planet Mars dan planet Super Bumi, apakah mereka terbentuk di Tata Surya Luar (setelah orbit Mars) lalu tereliminasi.
Pendapat Nesvorny memang fantastis dan membuat orang tercengang. Namun, ia sendiri merasa bahwa pendapatnya masih harus diuji kebenarannya dengan serangkaian penelitian. Hasil analisis Nesvorny dipublikasikan di edisi online Astrophysical Journal Letters minggu lalu.


sumber :http://sains.kompas.com/

3 aspek penilaian media pembelajaran Berbasis IT

3 aspek penilaian media pembelajaran Berbasis IT :
Aspek Rekayasa Perangkat Lunak
  • Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun penggunaan media pembelajaran
  • Reliable (handal)
  • Maintainable (dapat dipelihara/dikelola dengan mudah)
  • Usabilitas (mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya)
  • Ketepatan pemilihan jenis aplikasi/software/tool untuk pengembangan
  • Kompatibilitas (media pembelajaran dapat diinstalasi/dijalankan di berbagai hardware dan software yang ada)
  • Pemaketan program media pembelajaran terpadu dan mudah dalam eksekusi
  • Dokumentasi program media pembelajaran yang lengkap meliputi: petunjuk instalasi (jelas, singkat, lengkap), trouble shooting (jelas, terstruktur, dan antisipatif), desain program (jelas, menggambarkan alur kerja program)
  • Reusable (sebagian atau seluruh program media pembelajaran dapat dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan media pembelajaran lain)
Aspek Desain Pembelajaran
  • Kejelasan tujuan pembelajaran (rumusan, realistis)
  • Relevansi tujuan pembelajaran dengan SK/KD/Kurikulum
  • Cakupan dan kedalaman tujuan pembelajaran
  • Ketepatan penggunaan strategi pembelajaran
  • Interaktivitas
  • Pemberian motivasi belajar
  • Kontekstualitas dan aktualitas
  • Kelengkapan dan kualitas bahan bantuan belajar
  • Kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran
  • Kedalaman materi
  • Kemudahan untuk dipahami
  • Sistematis, runut, alur logika jelas
  • Kejelasan uraian, pembahasan, contoh, simulasi, latihan
  • Konsistensi evaluasi dengan tujuan pembelajaran
  • Ketepatan dan ketetapan alat evaluasi
  • Pemberian umpan balik terhadap hasil evaluasi
Aspek Komunikasi Visual